Perkuat Ekosistem Digital, AMAR Bank Jalin Kolaborasi dengan Investree

GadgetSquad.ID – Pandemi Covid-19 menjadi momentum percepatan transformasi digital ke berbagai bidang, termasuk keuangan. Karenanya tak heran semakin banyak bank digital hadir di Indonesia, salah satunya PT Bank Amar Indonesia Tbk (“AMAR”).

AMAR sendiri saat ini menjadi bank digital pertama di Indonesia dengan dua produk unggulannya, Tunaiku (platform pinjaman digital) and Senyumku (mobile-only intelligent bank).

Nah dalam Virtual Public Expose 2022 dengan tema “Memperluas Ekosistem Digital: Sinergi untuk Maju”. AMAR melaporkan pertumbuhan dan kinerja yang positif di tahun 2021 sekaligus memaparkan strategi bisnis 2022 setelah Investree membeli 10,9% sahamnya.

Vishal Tulsian, Presiden Direktur Amar Bank, menuturkan, kemitraan strategis dengan Investree akan menghadirkan keahlian dan memperluas akses ke potensi UMKM Indonesia yang luas. Dengan menjadi bagian dari pemegang saham AMAR, Investree sebagai salah satu platform P2P lending terbesar di Indonesia akan bersinergi dalam hal bisnis lending yang akan menguntungkan Amar Bank.

“Kami juga terus mengembangkan infrastruktur TI dan memperluas ekosistem digital untuk memperkuat dua produk unggulan kami, Tunaiku dan Senyumku, yang akan membantu kami meningkatkan inklusi keuangan bagi mereka yang unbanked dan underserved, termasuk UMKM,” ungkap Vishal Tulsian.

Sinergi dengan Investree merupakan strategi kedua untuk memperkuat ekosistem digital Amar Bank. Investree akan memberikan layanan berupa market channeling, di mana fasilitas pinjaman yang ditawarkan kepada debitur di platform Investree dibiayai oleh Amar Bank, yang akan memberikan aliran pendapatan tambahan bagi AMAR.

Jalur penyaluran kredit Amar Bank akan dibagi menjadi tiga sesuai dengan target segmennya, seperti Tunaiku yang melayani kredit mikro dengan kisaran Rp 2 juta – Rp 20 juta. Market channeling Investree menyasar UMKM dengan memberikan pinjaman mulai dari kisaran Rp 100 juta hingga Rp 2 miliar. Terakhir, Business Banking menargetkan untuk melayani kredit korporasi, dengan pinjaman mulai dari Rp 500 juta.

“Ke depannya, semua pengajuan pinjaman dari ketiga channel ini akan segera dicairkan melalui Senyumku, sehingga setiap pengajuan pinjaman, nasabah akan otomatis memiliki rekening Senyumku untuk penarikan dana,” ujar R. Eka Banyuaji, SME, Corporate and Operations Director  Amar Bank.

Terkait dengan persaingan antar bank digital, Vishal Tulsian menuturkan, meskipun benar bahwa ada banyak pemain bank digital di Indonesia, tetapi tidak ada pemain yang benar-benar dominan. Amar Bank memiliki keunggulan sebagai pelopor di bank digital sehingga memudahkan kita untuk mendapatkan nasabah.

“Namun, bank digital bukan hanya tentang akuisisi pelanggan tetapi terus berinovasi untuk memahami pelanggan lebih baik daripada pesaing kami. Kami memanfaatkan teknologi Big Data dan Artificial Intelligence untuk memberikan layanan yang lebih baik dan personal kepada nasabahi, sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat.”

“Tantangan pada saat pandemi yang masih berlangsung, serta persaingan yang semakin ketat membuat kami melakukan beberapa penyesuaian. Namun, kinerja keuangan kami tetap tumbuh dan juga sejalan dengan dua faktor, yaitu pemulihan kegiatan usaha dan perbaikan ekonomi domestik. Oleh karena itu, kami yakin akan pertumbuhan berkelanjutan Amar Bank di tahun 2022 dan tahun-tahun mendatang,” tukas Vishal Tulsian