Terus Berkembang, PINTU Dukung Penuh Revolusi Web3 untuk Industri Kreatif

GadgetSquad.ID – Di tengah terpaan isu resesi ekonomi, industri cryptocurrency yang berbasis teknologi blockchain terus berevolusi. Hal tersebut menandakan industri cryptocurrency masih menjanjikan.

Teranyar industri cryptocurrency sudah ada di era Web3, kadang disebut juga generasi ketiga dari layanan internet berbasis web.

Dalam era Web3, internet yang bergerak dengan sistem desentralisasi, di mana pemain besar dunia maya tidak dapat mendominasi dan memonopoli.

Timothius Martin, Chief Marketing Officer PINTU mengungkapkan, bahwa dunia Web3 masih sangat baru, untuk itu fokusnya harus kepada edukasi dan bagaimana Web3 mudah diakses.

“Pengalaman saya mengakses Web3 saat ini masih cukup rumit dengan banyaknya step-step yang perlu dilewati, jadi terlalu complicated untuk pengguna baru. Padahal Web3 bisa memberikan benefit yang besar dan berpotensi merevolusikan berbagai industri, salah satu contohnya bagi dunia gaming,”

“Jumlah gamers di Indonesia sangat banyak mencapai ratusan juta orang dan kita bisa bayangkan melalui pengaplikasian Web3, gamers tidak hanya sekadar bermain, tapi bisa berpenghasilan,” tegas Timo dalam gelaran, Finfolk Conference 2022, bertemakan Building The Bridge Between Web2 & Web3

Lebih lanjut Timo menuturkan, kehadiran Web 3.0 dapat merevolusi ekonomi digital di masa depan. Contohnya, di industri gaming, gamers tidak hanya menghabiskan uang tapi bisa menghasilkan juga dalam bentuk crypto ataupun NFT yang memiliki nilai.

“Di industri seni pun sama, mereka tidak hanya menunjukkan karyanya, tetapi bisa bisa dengan mudah menjual hasil karyanya. Jadi Web3 banyak sekali membuka kesempatan untuk para creator dapat menjadi besar dan meraih sumber pendapatan baru. Saya rasa gelaran event seperti Finfolk Conference ini dapat menjadi wadah informasi baru untuk para creator mengenal lebih jauh mengenai Web3,” tegas Timo.

Finfolk Conference 2022 sendiri telah berlangsung pada 17–18 November 2022. Acara yang berlangsung selama dua hari ini mengusung tema besar ‘The Winter Money’.

Konferensi tersebut dihadiri lebih dari 2.000 peserta dan diisi lebih dari 30 pakar yang berasal dari Top Disrupting Industry in Indonesia. Diharapkan melalui konferensi ini para peserta bisa memahami lebih banyak tentang investasi, ride the right cycle, collect a sustainable portfolio multibagger, dan menghadapi ‘musim dingin’ dengan perlengkapan yang tepat.

“Kami mengapresiasi inisiatif kegiatan Finfolk Conference 2022. Seiring meningkatnya penetrasi aset crypto, blockchain, hingga Web3 harus diimbangi dengan edukasi yang baik agar pertumbuhan ini dapat berjalan dengan positif dan memberikan dampak besar bagi perekonomian Indonesia,” tutup Timo.