Review Asus Zenfone 8 : Beneran “Kecil-kecil Cabe Rawit” Pedes Bro!!

GadgetSquad.ID – Bodi bongsor dengan layar luas, seakan menjadi ciri khas rancang bangun hape saat ini. Layar luas memang menyenangkan, namun kamu pasti setuju jika bodi bongsor membuat tangan cepat lelah, saat harus menggengam hape dalam waktu lama. Tak hanya itu, bodi bongsor tak jarang juga sangat mengganggu mobilitas.

Situasi di atas, terkadang membuat GadgetSquad kangen dengan desain hape masa lalu yang biasanya punya bodi mini, compact saat digenggam dan tentunya tak mengganggu mobilitas. Kini rasa kangen tersebut terobati dengan hadirnya Asus Zenfone 8. Yup, Asus Zenfone 8 berani tampil beda dengan desain mini yang begitu compact.

Dari segi konsep tampilan, bodi mini Asus Zenfone 8 memang memberi penyegaran dan membuatnya begitu menarik perhatian. Tapi bagaimana kualitas teknologi maupun performanya Asus Zenfone 8? Apakah ikut menjadi “mini” seperti bodinya? Berikut review Asus Zenfone 8.

Desain
Sisi desain, menjadi titik awal review Asus Zengone 8 kali ini. Jujur saat pertama kali diperkenalkan, hape ini sudah mencuri perhatian. Ketika akhirnya Asus Zenfone 8 mendarat di Indonesia, GadgetSquad begitu penasaran untuk mengenal lebih dekat hape mini ini. Saat menggengamnya langsung, rasa jenuh GadgetSquad dengan bodi hape yang bongsor perlahan menghilang.

Bodi Asus Zenfone 8 yang mini, begitu compact saat berada dalam genggaman. Tak ada rasa lelah saat harus menggengam bodi hape ini dalam waktu lama. Mengoperasikan Zenfone 8 dengan satu tangan pun bukan masalah. Asus Zenfone 8 dirancang dengan dimensi 148 x 68,5 x 8,9 mm, plus berbobot ringan: 169 gram.

Bodinya sendiri menggunakan material berkelas, mulai Corning Gorilla Glass Victus di sisi depan, logam aluminium untuk frame lengkung, dan kaca buram (frosted) Gorilla Glass 3 yang dipoles matte buat sisi belakang.

Pemilihan bahan matte membuat bodi belakang hape ini, tidak mudah kotor oleh sidik jari. Tapi perlu diperhatikan, ternyata hape ini cukup licin saat digenggam, beruntung dalam paket pembelian terdapat hard case untuk melindungi bodi Asus Zenfone 8 terhadap benturan.

Menariknya lagi sebagai sistem perlindungan, Zenfone 8 dijamin tahan debu dan air karena punya sertifikasi IP68. Karena sertifikasi tersebut, ponsel ini dijamin aman ‘berendam’ hingga kedalaman 1,5 m selama 30 menit.

Saat pandangan beralih ke bagian sisi, kamu akan menemukan tombol volume, power, corong speaker, slot sim card hingga port jack audio 3.5 mm. Asus Zenfone 8 hadir dengan dua pilihan warna, yakni Horizon Silver dan Obsidian Black seperti yang GadgetSquad gunakan dalam pengujian kali ini.

Layar
Review Asus Zenfone 8 kini menyentuh sisi layar. Bodi yang mini otomatis mereduksi ukuran layar di Asus Zenfone 8. Hape ini mengusung layar E4 AMOLED dengan garis tengah 5,9 inci. Layar tersebut hadir dengan resolusi Full HD+ (1080 x 2400 piksel), rasio 20:9, serta kerapatan piksel 446 ppi.

Bak sebuah ponsel gaming kelas atas, layarnya sudah mendukung refresh rate 120Hz, touch sampling rate 240Hz, dan juga mendukung konten HDR10+. Berbicara soal refresh rate, ada empat mode yang ditawarkan yakni 60Hz, 90Hz, 120Hz dan Auto. Disarankan, untuk mengemat baterai gunakan saja mode Auto.

Mode Auto, secara otomatis mengatur kecepatan refresh layar sesuai dengan aplikasi, game, atau aktivitas yang dijalankan oleh pengguna. Contoh saat memutar video, refresh rate layar akan diset ke 60Hz atau 90Hz. Untuk game yang mendukung 90Hz ke atas, sistem layar akan mengatur kecepatan refresh sesuai kebutuhan game tersebut.

Menurut GadgetSquad, komposisi layar Zenfone 8 sudah lebih dari cukup untuk memanjakan mata. Bagaimana dengan kualitasnya? Jujur ada sedikit proses adaptasi, saat pertama kali mengekplor layar zenfone 8 yang mini. Setelah terbiasa, GadgetSquad pun sangat nyaman saat mengekplor kualitas layar mini Zenfone 8.

Tampilan di layar nampak tajam dan nyata dengan tingkat noise yang minim. Saat diakses, layar hape ini juga terbilang responsif, sehingga kamu betah berlama-lama mengeksplor layar Zenfone 8 dalam berbagai aktivitas. Secara umum baik dari segi tampilan maupun performa, kualitas layar hape ini sudah sangat memuaskan.

Kamera
Jika melihat jumlah kamera yang tertanam di bodi belakang Asus Zenfone 8, mungkin kamu akan pesimis dengan kualitas fitur imaging di hape terbaru Asus ini. Hal itu sah-sah saja, tapi GadgetSquad yakin saat perasaan pesimis ini tidak akan berlangsung lama.

Yup, walau hanya punya 2 kamera di bodi belakang, kamu jangan anggap remeh dengan teknologi imaging yang tertanam di Asus Zenfone 8. Kamera utama Asus Zenfone 8 punya kualitas 64MP, adapun sensornya menggunakan Sony IMX686. Kamera utama dilengkapi lensa dengan focal length 26 mm, bukaan f/1.8, OIS, dan teknologi autofokus PDAF.

Lensa utama, mendapat tandem kamera ultrawide 12MP dengan sensor Sony IMX363. Kamera ultra wide tersebut punya sudut pandang pandang 113°, diafragma f/2.2, dan dual pixel PDAF. Hape ini tidak memiliki lensa telefoto, namun Asus mengklaim kamera utama Zenfone 8, bisa menghasilkan foto yang tajam hingga dua kali perbesaran.

Sementara itu, kamera depan hape ini dihuni sensor 12MP, Sony IMX IMX663 1/2,93 inci dengan luaran piksel berukuran 1.22µm. Ia ditemani lensa 28 mm, apperture f/2.5, dan dual pixel PDAF.

Mode normal

Soal kualitas, dalam cahaya normal bisa dipastikan hasil bidikan kamera Zenfone 8 sangat memuaskan. Detailnya masih tajam, walau gambar diperbesar beberapa kali dan rentang dinamisnya pun patut dapat acungan jempol. Ujian sesungguhnya, yakni saat Zenfone 8 digeber mengabadikan foto dalam kondisi minim cahaya.

Mode Normal

Dalam kondisi minim cahaya contoh sore hari, hasil bidikannya Zenfone 8 bisa dikatakan cukup. Warna yang disuguhkan cenderung biasa saja, walau masih terlihat natural. Tapi bukan berarti, hape ini tidak bisa dimaksimalkan untuk berburu foto malam.

Wide

Bukaan lensa yang besar f/1.8 ditambah dengan fitur Night Mode, membuat kamera utama Asus Zenfone 8 mampu menghasilkan foto malam berkualitas. Kamu pun bisa membuat foto malam kekinian, berlatar cahaya gedung dan lalu lintas dengan hasil tak over brightness. Hebatnya, fotonya tetap minim noise dan punya detail yang tajam.

Mode malam

Untuk berkreasi, kamera di hape ini sudah dibekali berbagai fitur tambahan standar hape kelas atas masa kini. Nah untuk kamera depan, kualitas fotonya mampu menghasilkan warna yang natural pada wajah dan memberikan detail yang baik. Pokoknya bakal memanjakan kamu yang “banci” selfie.

Bokeh

Berbicara soal video, Asus Zenfone 8 memungkinkan kamu untuk merekam video 4K @60FPS untuk kamera belakang dan @30FPS untuk kamera depan. Malah, kamera utama bisa merekam video 8K @24FPS.

Performa
Saatnya mengulik Asus Zengone 8 dari sektor dapur pacu. Jujur tak banyak kendala saat GadgetSquad menggeber hape ini dalam berbagai aktivitas. Digunakan untuk keperluan pekerjaan manuvernya gesit, multitaskingnya juga berjalan lancar, termasuk saat digeber main gim online berat seperti PUGB mobile dan sejenisnya.

Performa maksimal Asus Zenfone 8 selama pengujian, tentu saja tidak lepas dari komposisi yang tertanam di dalam bodi hape mini. Chipset Snapdragon 888, menjadi “otak” dari dapur pacu Asus Zenfone 8.

Prosesor Snapdragon 888 dibangun berdasarkan fabrikasi 5nm dan memiliki konfigurasi CPU 8-core. CPU-nya terbagi menjadi 1-core Kryo 680 Prime dengan clock-speed 2.84 GHz berbasis ARM Cortex X1, 3-core Kryo 680 Gold dengan clock-speed 2.42 GHz berbasis Cortex A78, dan 4-core Kryo 680 dengan clock-speed 1.8GHz berbasis Cortex A55.

Prosesor bertenaga ini dipadukan dengan RAM 8GB (unit yang GadgetSquad uji) tipe LPDDR5 dan memori internal jenis UFS 3.1. Merujuk komposisi yang diusung, tidak heran jika performa hape ini tidak mengecewakan.

Dari pengujian menggunakan AnTuTu Benchmark versi 9, Asus Zenfone 8 meraih skor 790 ribuan poin. Skor tersebut lebih baik dari hape dengan dapur pacu Snapdragon 888 lainnya, seperti Xiaomi Mi 11. Bahkan jika disandingkan dengan Asus ROG Phone 5, performa Zenfone 8 juga boleh diadu.

Hanya saja perlu diperhatikan, saat digeber menjalankan berbagai fitur berat secara stimultan dalam waktu lama, Asus Zenfone 8 cenderung cepat panas. Selain masalah panas, tak banyak hal negatif yang GadgetSquad rasakan selama mengeksplor Zenfone 8.

Fitur lainnya
Saat memulai kiprahnya di bisnis smartphone, salah satu yang menjadi keluhan pengguna Asus, yakni banyaknya aplikasi bawaan tertanam hape buatan vendor Taiwan ini. Menyebalkannya lagi, aplikasi bawaan tersebut tidak bisa dihapus, alhasil membuat memori hape Asus cepat penuh.

Hanya saya kondisi di atas sudah menjadi cerita lalu, kini hape Asus termasuk Zenfone 8 sudah tidak lagi dibanjiri aplikasi bawaan. Asus Zenfone 8 mengusung ZenUI 8 yang berbasis Android 11. Tampilan antar mukanya begitu sederhana, namun ZenUI disusupi begitu banyak fitur optimasi.

Beberapa di antaranya adalah one-handed mode, mini-heads up notification, twin-apps, OptiFlex (manajemen RAM), Smart Key (membuka aplikasi dengan tombol power), Game Genie, setelan mode performa, manajemen baterai.

Hal menarik lainnya yang GadgetSquad rasakan, ternyata si mini Zenfone 8 punya kualitas speaker audio begitu berkualitas. Tak sekedar kencang, audio yang dihasilkan terdengar jernih, bulat dengan tingkat noise yang minim.

Usut punya usut, ternyata speaker stereo yang dipasang di hape ini bukan produk sembarangan. Speaker atasnya memakai magnet berukuran 10 x 12 mm, sedangkan speaker bawah punya magnet berukuran 12 x 16 mm. Dua-duanya ditenagai amplifier Cirrus Logic CS35L45 dan disetel oleh perusahaan spesialis audio, Dirac.

Kualitas speaker yang mumpuni, tentu membuat aktivitas gaming, streaming musik maupun video jadi semakin menyenangkan. Jika kamu mau lebih privasi, tinggal sematkan headset kabel ke jack audio 3.5 mm.

Baterai
Walau bodinya kecil, Asus Zenfone 8 menggendong baterai berkapasitas 4000 ribu mAh. Secara ukuran kapasitas baterai 4000 mAH terbilang besar, menariknya hal tersebut tidak berpengaruh ke bodi Zenfone 8. Hape ini tetap hadir dengan desain mini yang berkelas.

Digunakan secara normal, baterai 4000 mAh tersebut, bisa membuat Asus Zenfone 8 aktif seharian penuh. Hanya jika kamu tergolong pengguna aktif, dimana sering menggeber hape ini dengan berbagai aktivitas secara berkelanjutan, daya tahan Zenfone 8 tidak sampai 1 hari penuh.

Untungnya, seperti hape masa kini Asus Zenfone 8 sudah dibekali teknologi pengisian cepat. Berbekal charger 30 W yang disertakan dalam paket penjualan, baterai Zenfone 8 bisa terisi 60% hanya dalam setengah jam pengecasan.

Kesimpulan
Selalu menyenangkan mengeksplor sesuatu produk yang berani tampil beda, seperti halnya saat GadgetSquad melakukan review Asus Zenfone 8.

Keputusan Asus menghadirkan Zenfone 8 dengan bodi yang compact, sangat memberi penyegaran bagi industri hape saat ini. Menariknya, Asus Zenfone 8 tak hanya sekedar memberi penyegaran dari segi tampilan.

Di balik bodi mini Zenfone 8, hape ini hadir dengan sederet fitur flagship yang performanya begitu maksimal, saat di eksplorasi. Dilego 7 jutaan untuk tipe RAM 8GB/internal 128GB, serta 11 jutaan di model RAM 16GB/internal 256GB, Zenfone 8 layak jadi hape flagship paling mencuri perhatian saat ini.

Jika kamu sering mendengar pepatah “kecil kecil cabe rawit”. Asus Zenfone 8 adalah perwujudan sebenarnya dari pepatah “kecil kecil cabe rawit”.